^Kembali ke Atas
  • 1 Partner PwC Indonesia di Studium General Akuntansi
    Studium General Akuntansi periode 17 April 2014,pemaparan dari Ketua DSAS-IAI & Partner KAP PwC (Pricewaterhouse Cooper) Indonesia, Drs.M.Jusuf Wibisana,M.Ec.,Ak.,moderator Dr.Rini,Ak.,CA
  • 2 Ketua Umum IAPI di Studium General periode September 2014
    Kuliah Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarko Sunaryo,MBA.,CPA di Studium General Akuntansi, yang berlangsung Selasa 23 September 2014
  • 3 Simposium Nasional Akuntansi Syariah 27 Agustus 2014
    Prodi Akuntansi sukses menyelenggarakan Simposium Nasional Akuntansi Syariah tanggal 27-28 Agustus 2014 bersama beberapa perguruan tinggi co-host di Jakarta
  • 4 Pemaparan Manajer Audit PT PPI di Studium General April 2014
    Pemaparan Manajer Audit PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Budhiman,S.Pd.,MM.,PIA. di Studium General Akuntansi 17 April 2014
  • 5 Rektor membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah
    Rektor UIN Jakarta Prof.Dr. Komaruddin Hidayat membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah Prodi Akuntansi, 11 September 2013
baner

Layanan Akademik

Prosedur Administrasi dan Layanan Akademik

Program Studi Akuntansi adalah bagian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prosedur Administrasi dan Layanan Akademik Program Studi Akuntansi tentunya mengacu pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setiap mahasiswa sejak diterima dan terdaftar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwajibkan mengetahui program belajar yang diikuti. Oleh karena itu setiap mahasiswa diwajibkan mengetahui dan melaksanakan hal-hal berikut:

Pendaftaran Ulang dan Pengisian/Pengajuan KRS

Pada setiap permulaan semester mahasiswa diwajibkan mela­kukan pendaftaran ulang dan pengisian kartu rencana studi (KRS). Apabila tidak melakukan pendaftaran, mahasiswa yang bersang­kutan dianggap mengundur­kan diri dan haknya sebagai mahasiswa pada semester tersebut tidak berlaku. Untuk dapat mengikuti perkuliahan semester berikutnya, mahasiswa tersebut diharuskan mendaftarkan diri kembali dengan membayar penuh kewajiban keuangan untuk semester berjalan dan semester sebelumnya. Masa studi pada semester yang tidak diikuti akan diperhitungkan sebagai masa studi yang telah ditempuh dalam penyelesaian studi secara keseluruhan.

Pendaftaran rencana studi dilakukan pada saat pendaftaran ulang dengan cara mengisi/mengajukan KRS. Pengisian/Pengajuan KRS haruslah mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a.   Mahasiswa semester I hanya diperbolehkan mengambil matakuliah yang ditetapkan untuk semester I. Mahasiswa semester berikutnya dapat mengambil matakuliah sesuai ketentuan.

b.   Memperhatikan kelompok matakuliah wajib dan matakuliah pilihan.

c.   Matakuliah yang berkesinambungan atau berprasyarat harus ditempuh sesuai dengan urutan yang ditetapkan.

d.  Pengambilan jumlah matakuliah dan beban SKS-nya harus mengikuti peraturan yang berlaku dengan mempertimbangkan indeks prestasi dan jumlah SKS minimal dan maksimal yang boleh ditempuh.

Perubahan KRS

Perubahan, penukaran, dan pembatalan matakuliah hanya diper­ke­nankan dalam batas waktu 2 (dua) minggu setelah per­kuliahan dimulai. Perubahan, penukaran dan pembatalan matakuliah harus atas persetujuan Penasihat Akademik (PA) dan dicatat pada KRS. Mahasiswa yang terlambat melaporkan perubahan atau penukaran matakuliah dari batas waktu yang ditentukan dinyatakan tidak lulus dalam matakuliah tersebut.

Pada semester terakhir, karena keadaan yang amat terpaksa, sekiranya matakuliah yang ada dalam KRS tidak diberikan dalam semester tersebut maka mahasiswa diperkenankan mengganti matakuliah lain yang ada dengan persetujuan PA dan Ketua Jurusan/Program Studi.

Cuti Kuliah

Dengan alasan yang dapat diterima (rasional), mahasiswa yang telah kuliah aktif minimal dua semester dapat mengambil cuti kuliah satu semester dan paling banyak dua semester, baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut, selama masa studi. Cuti kuliah ini tetap diperhitungkan sebagai masa studi, dan mahasiswa hanya diwajibkan membayar biaya administrasi yang ditetapkan dengan Peraturan Rektor. Permohonan cuti kuliah dimajukan kepada Rektor c/q Kepala Biro AAK paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum masa pendaftaran ulang semester berikut.

Pengajuan cuti kuliah harus melampirkan hal-hal sebagai berikut:

a.   Bukti pendaftaran sebagai mahasiswa pada semester sebelum cuti.

b.   Kartu Hasil Studi yang sudah diperoleh.

c.   Surat persetujuan dari dosen Penasihat Akademik dan/atau Jurusan/Program Studi.

Jika memenuhi persyaratan, Rektor c/q Kepala Biro AAK menerbitkan Surat Keputusan Cuti Kuliah kepada yang bersangkutan secara mandiri dan/atau kolektif yang tembusannya disampaikan kepada Dekan dan Bagian Keuangan. Selanjutnya mahasiswa yang bersangkutan diharuskan membayar biaya administrasi cuti kuliah pada Bagian Keuangan yang besarnya ditetapkan oleh Peraturan Rektor. Surat Keputusan Rektor c/q Kepala Biro AAK dan Tanda Bukti Pembayaran uang administrasi tersebut disampaikan kepada Bagian Akademik sebagai bukti registrasi mahasiswa.

Aktif Kembali Setelah Cuti Kuliah

Mahasiswa yang telah menjalani cuti kuliah satu atau dua semester diharuskan melakukan pendaftaran ulang pada semester berikutnya dengan memenuhi persyaratan administrasi akademik dan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan melampirkan SK cuti kuliah yang pernah didapat pada semester sebelumnya.

Semester Pendek

Perkuliahan semester pendek hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang ingin mengulang matakuliah dan memperbaiki nilai. Jumlah SKS yang dapat diambil pada perkuliahan semester pendek maksimal 9 (sembilan) SKS. Biaya kuliah semester pendek dihitung per SKS yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor. Semester pendek hanya bisa diselenggarakan pada bulan Juli-Agustus.

Mahasiswa Pindah ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mahasiswa Perguruan Tinggi lain yang bermaksud pindah ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat mengajukan proses perpindahan dengan cara mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Rektor c/q Dekan Fakultas yang dituju, dengan ketentuan sebagai berikut:

a.   Calon mahasiswa memiliki ijazah yang tidak memungkinkan mengikuti tes masuk UIN secara reguler (usia ijazah lebih dari tiga tahun).

b.   Calon mahasiswa sudah mengikuti perkuliahan di Perguruan Tinggi asal sekurangnya selama empat semester (dua tahun).

c.   Program Studi asal calon mahasiswa mempunyai nilai akreditasi minimal sama dengan nilai akreditasi Program Studi yang dituju.

d.   Program Studi asal calon mahasiswa harus linear dengan Program Studi yang dituju.

e.   Nilai matakuliah yang dapat dikonversi sekurangnya nilai B dari Program Studi asal.

f.    Masa permohonan pindah hanya dapat diajukan pada masa penerimaan mahasiswa baru yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

g.   Penerimaan atau penolakan permohonan pindah diputuskan oleh pimpinan Fakultas yang membawahi Program Studi yang dituju.

Mahasiswa Pindah Fakultas/Jurusan/Program Studi di Lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mahasiswa yang bermaksud pindah Fakultas/Jurusan/Program Studi di Iingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hanya diperkenankan melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) sebagaimana prosedur dan persyaratan sebagai calon mahasiswa baru. Apabila yang bersangkutan lulus, maka matakuliah dan nilai yang pernah diperoleh sebelumnya dapat dikonversi sesuai peraturan Fakultas/Jurusan/Program Studi yang baru dimasuki.

Mahasiswa Pindah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mahasiswa yang akan pindah dari UIN Syarif Hidayatuhlah Jakarta dapat diberikan surat pindah apabila tidak dalam status cuti kuliah, tidak sedang dalam skorsing, atau putus studi.

Prosedur pengajuan pindah kuliah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai berikut:

1.   Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor c/q Kepala Biro AAK dengan melampirkan surat keterangan kesediaan perguruan tinggi yang dituju untuk menerima mahasiswa pindahan tersebut.

2.  Permohonan disertai dengan bukti bebas keuangan dari Bagian Keuangan atau bebas tanggungan lain-lain (seperti perpustakaan dan asrama) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.   Rektor c/q Kepala Biro AAK menerbitkan Surat Keterangan Pindah Studi (Keluar) atas permintaan sendiri dengan lampiran transkrip nilai.

Wisuda Sarjana

a.   Mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwisuda dengan tatacara sebagai berikut:

•   Yang mewisuda adalah Rektor.

•   Wisuda dilaksanakan empat kali dalam setahun.

•   Wisudawan/wisudawati memakai atribut upacara wisuda.

•   Ikrar kesarjanaan diucapkan seluruh wisudawan/ wisudawati dan dipimpin oleh seorang wisudawan/wisudawati.

b.   Wisudawan/wisudawati yang mendapat IPK tertinggi dan tercepat penyelesaian studinya (paling lambat lima tahun bagi program sarjana dan tiga tahun bagi program pascasarjana), dan nilai tambah lainnya (menurut tim), dan tidak pernah terkena sanksi, diberikan predikat “Wisudawan/wati Terbaik” yang ditandatangani oleh Rektor.

c.   Pemilihan wisudawan/wisudawati terbaik dilakukan berdasarkan Fakultas.

Ijazah

a.   Mahasiswa yang telah menyelesaikan semua studi, memperoleh ijazah sebagai bukti yang bersangkutan telah memenuhi syarat, telah dinyatakan lulus, dan telah diwisuda.

b.   Persyaratan pengambilan ijazah:

1.    Surat Keterangan Bebas Asrama.

2.   Surat Keterangan Bebas Pustaka (Utama dan Fakultas).

3.   Transkrip nilai dari Fakultas/Jurusan/Program Studi.

4.   Surat Keterangan Penyerahan Skripsi.

5.   Surat Keterangan Bebas Keuangan.

6.   Surat Keterangan Bebas pinjaman lainnya.

7.   Ijazah diambil sendiri oleh yang bersangkutan paling lama satu tahun setelah wisuda.

Sanksi Administratif, Akademik, dan Non-Akademik

Sanksi Administratif

Mahasiswa yang melanggar ketentuan administrasi akademik diberikan sanksi sebagai berikut:

a.   Mahasiswa yang melakukan pendaftaran di luar waktu yang sudah ditentukan dikenakan denda sebagai berikut:

1.   Hari pertama sampai dengan hari keenam 10% dari SPP.

2.   Hari ketujuh sampai dengan hari ketigabelas 20% dari SPP.

b.  Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran sampai dengan hari ke-13 sesudah waktu pendaftaran yang ditentukan, maka mahasiswa tersebut harus mengajukan cuti akademik.

c.  Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran pada semester sebelumnya tanpa alasan, dikenakan biaya pendidikan untuk semester sebelumnya beserta denda 50% dari biaya SPP dan membayar biaya pendidikan yang sedang berjalan berikut biaya keterlambatan.

Sanksi Akademik

a.   Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran dua semester berturut-turut dikenakan sanksi akademik berupa pemutusan studi (dikeluarkan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

b.   Mahasiswa yang tidak mengajukan rencana studi pada masa yang telah ditentukan tidak berhak mengikuti perkuliahan. Apabila mahasiswa yang bersangkutan mengikuti ujian, nilai yang diperoleh tidak diakui.

c.   Mahasiswa yang kehadirannya dalam mengikuti kuliah kurang dari 75% dari kehadiran dosen dalam satu semester, tidak berhak mengikuti ujian untuk matakuliah bersangkutan dan dinyatakan tidak lulus untuk matakuliah tersebut.

d.   Mahasiswa yang tidak melaksanakan tugas-tugas terstruktur dan/atau tugas-tugas mandiri, kepadanya dapat dikenakan sanksi penundaan atau pembatalan nilai yang diperolehnya oleh dosen yang bersangkutan.

e.   Mahasiswa yang memperoleh IPK kurang dari 2.00 pada semester dua, semester empat, semester enam, dan semester delapan, dikenakan sanksi akademik berupa gugur studi (drop out).

f.    Mahasiswa yang telah menghabiskan masa studi maksimum 14 semester tanpa alasan yang dapat diterima dan tidak menyelesaikan studi, dikenakan sanksi akademik berupa gugur studi (drop out).

g.   Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan perbaikan skripsi setelah ujian dan diwajibkan memperbaiki skripsinya dalam waktu tiga bulan sejak pelaksanaan ujian skripsi, maka nilai ujian skripsinya dinyatakan batal dan digantikan dengan nilai ujian skripsi ulang berikutnya.

h.   Penetapan sanksi akademik diusulkan oleh Tim Fakultas. Usulan tersebut oleh Dekan diteruskan ke Rektor untuk diterbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Studi (dikeluarkan dari UIN).

i.    Mahasiswa yang telah menerima Surat Keputusan Pemberhentian Studi, yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti studi pada fakultas-fakultas di Iingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sanksi Non-Akademik

Mahasiswa yang melanggar ketentuan non-akademik, hukum, dan moral dapat dikenakan sanksi-sanksi berupa:

a.   Teguran;

b.   Peringatan keras;

c.   Skorsing dalam jangka waktu tertentu;

d.   Dikeluarkan dari UIN.

Jenis hukuman di atas ditetapkan dengan keputusan Rektor berdasarkan usulan Senat Universitas setelah memperhatikan rekomendasi tim khusus yang terdiri atas berbagai unsur baik di tingkat fakultas maupun universitas. Pemberhentian studi mahasiswa dengan alasan non-akademik hanya dapat dilakukan oleh Rektor berdasarkan sidang Senat Universitas.

Copyright © 2013. Akuntansi Rights Reserved.


Website Security Test